ORANG
MEDAN SETIAP PAGI DAN SORE HARUS REBUTAN JALAN
Medan
- Metro langkat, Sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto Medan persis di Kampung
lalang Kecamatan Medan Sunggal lokasi saksi bahwa orang medan yang hendak
keluar kota menuju binjai dan sebaliknya harus berebut jalan, jika di Pesta
demokrasi rebutan kursi itu sudah wajar dan wajib hukumnya, di medan bukan
hanya pesta demokrasi, anehnya jalan pun rebutan jelas Anto ( 34 ) Pengguna jalan medan
binjai.
kepada Metro Langkat Anto menjelaskan “ ya beginilah bang
kerjadiannya padahal ini kan hari libur, Tanggal merah pun tetap rebutan jalan
‘ ketika disinggung apa penyebab anto langsung menjawab” ya asal muasal abang
taulah, ne. Lah ( Menunjuk bahu jalan
dipakai para pedagang ) ha’ kan’ mereka para pedagang inilah biang keroknya
bang, kenapa selama ini macet di medan, saya terus terang saja jika pemko medan
dan deliserdang tidak ada kebijakan yang on air ( langusng mengudara ) terang
anto, ya beginisajalah kita, tiap hari harus rebutan jalan, mending ada uangnya
saya gak rugi- rugi amatlah terang Anto.
Ketika di konfirmasi kepada
pedangnya mereka menerangkan bahwa “ ya kami pun bang mau makan, yang jelas ini
bukan punya pengendaralah ( Jalan Jenderal Gatot Subroto ) kita pun manusia
pengen hidup terang Br. Sitorus ( 51 ),
ketika disinggung apa dasarnya boleh berdagang di bahu jalan Br. Sitorus
menjawab dengan nada kesal “ ya abanglah ketika perut abang mulai lapar, apakah
pemko atau pengguna jalan memberi abang nasi’ terangnya, ketika di jelaskan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang
Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko
Modern (“Perpres 112/2007”), bawah tempat jual beli itu tidak diperbolehkan Para pedagang hanya
diam dan terus melaksanakan transaksi jual beli,
Apriansyah ( 34 ) warga medan
sebagai Konsumen pasar kampung lalang beliau mencoba memberikan pengarahan
kepada pedagang agar mematuhi peraturan yang ada “ jelas lah bang ini kan bahu
jalan ya ketika kita mau jualan ya harus di tempat jualan lah terangnya, kepada
dinas terkait lihatlah, inspeksilah, dan apa sih kerja mereka kesalnya, saya
berharap besarlah kepada koran ini dan mereka harusnya malu masak orang koran
yang lebih memperhatikan ketimbang mereka ( dinas pasar ) jelasnya. ( R.H.Hasibuan ).

