Amplas – Metro Medan,
Jalan umum sudah wajiblah bisa
digunakan apalagi trotoar kota medan bukan lagi desa atau kampungan alias
daerah tertinggal, bahkan kota medan sudah masuk dalam 4 kota besar di
Indonesia dan barometer serta contoh NKRI ada di Medan prestasi pemko medan
selalu ketinggalan dibandingkan dengan kota lainnya seperti kota binjai, kota
tebing, kota sibolga dan kota pematang siantar apa sebab ?
Dimulai dari
warganya, mahasiswanya, dan pemerintahannya tidak sinkron serta media yang
memberitakan sangat sikit dibandingkan mendiamkan artinya media seharusnya meng
ekspos kinerja mereka ( Pihak Pemko ) dan mahasiswa sebagai control sedangkan
masyarakat sebagai pemakai jelas jika sudah dijalankan maka tidak ada ditemui
lagi jalan atau trotoar di tumbuhi semak – semak tegas MHD. Syafii Pasaribu (
34 ) warga menegaskan kepada Metro medan
“ ini kan bang bukan yang luar bisa lagi sudah biasnya bang, tuh paret,
jalan, dan lainnya pemko medan tidak mau tahu dan dikasih tau pun tidak ada
reaksi pening terang Arini Hutabarat ( 35 ) Ibu rumah tangga.
Kepada dinas dan
perangkat kecamatan seperti Camat Medan Amplas, Lurah, dan lainnya agar
memperhatikan hak dan kepentingan umum, jika tidak mundur saja dari kursi
jabatan itu tegas MHD. Syfi Pasaribu ( 34 ). Tutupnya ( R.H.Hasibuan )

