Medan metro medan, ketika yang dibahas
banjir pasti kebanyakan mengarah banyaknya air dari atas atau dari hulu sungai,
banyak juga berpendapat bahwa banjir itu disebabkan tumpukan sampah terang
Danil Pakpahan ( 32 ), menjelaskan kepada metro medan pakpahan
berpendapat bahwa “ banjir yang sering terjadi di medan bukan dari
sungai deli atau sungai lainnya yang ada di medan terang pakpahan akan tetapi
tidak berjalan, fungsi, dan mengalirnya paret- paret besar di pusat kota medan,
misalnya bang ya’ kan, ne di Jalan STM ini memang terlihat tidak ada
pengaruhnya ke pasar helvetia ketika hujan nah ketika Paret STM ini dan 10 lagi
paret dari mana – mana jumpa jadilah banjir bandang cetus pria berdarah batak
ini, lanjunya disamping itu kualitas pembangunan kita bang jadi pertanyaan dan
manusia – manusia pemborong itu yang tidak menginginkan ketidak adaan bencana
banjir.
Disinggung
kenapa 3 hal ini jadi prioritas pakpahan ( 32 ) lanjutnya ketika ada
pembangunan materialnya pasti dikurangi, pembangunannya di kurangi dan hari
kerjanya di kurangi hingga kualitas, kuantitas serta kekuatannya nihil hingga
saat ini masih berjalan metode seperti ini di kota medan terang lelaki mantan
pekerja mocok- mocok dimedan ini.
Pantaun
metro medan, memang paret yang ada di medan tidak pernah di sweping oleh dinas
terkait sehingga ketika banjir semua disalahkan jelas Siti Arbiah ( 36 ) ibu
rumah tangga, saya ya bang rumah kontrakan ini, baru satu tahun aku di medan
ini ketika hujan air masuk kerumah ya, memang itulah resiko kita ngontrak
jelasnya, harapan warga medan kepada dinas PU dan terkait mulailah mencegah
dari sekarang dan jangan bangun membangun lagi, untuk dana yang ada kan bisa ke
yang lain tutupny (R.H Hasibuan ).

